Pendahuluan.
Loud speaker yang bagus perlu ditempatkan dengan baik untuk mendapatkan suara yang enak didengar. Penempatan speaker diruangan dengan cara seadanya, walaupun speakernya sudah baik akan terdengar tidak enak, seperti antara lain bergaung, suara vocal tidak jelas, suara instrument bercampur sehingga kita cepat lelah mendengarnya. Sebaliknya penempatan yang baik akan menghasilkan suara yang jelas, jernih, letak asal suara tiap instrument music juga jelas letaknya, suara bass nyapun tidak bergaung atau berdengung, bahkan speakernya serasa “hilang”. Suara yang keluar dari loudspeaker itu sebenarnya terdiri dari bermacam-macam frekuensi, dari yang rendah (bass) sampai yang tinggi (tweeter), dan semuanya perlu diperlakukan berbeda. Untuk dapat memenuhi kebutuhan seluruh frekuensi tentu sulit, maka kita bagi menjadi dua saja frekuensi itu yaitu “frekuensi rendah” dan “frekuensi menengah-tinggi”.
1. Untuk Mendapatkan Frekuensi Rendah. Untuk mendapatkan frekuensi rendah diperlukan resonansi dari dua dinding yang sejajar, dan itu bisa didapat dari dinding samping, dinding depan-belakang, dan plafon-lantai. Seluruh frekuensi rendah dari 30 Hz – 300 Hz perlu kita wadahi dengan ketiga dinding yang sejajar tersebut yang membentuk ruangan. Jadi dimensi ruang ditentukan dengan tujuan agar ruangan tersebut dapat menerima frekuensi-frekuensi rendah antara 30 - 300 Hz dengan maksimal, sebab kalau tidak maka kita akan sukar mendapatkan suara bass yang enak. Beruntung para ahli akustik sudah berhasil membuat “golden ratio” dengan ukuran tinggi, lebar, dan kedalaman sebagai berikut :
1 - 1.14 - 1.39 1 - 1.30 - 1.90 1 - 1.60 - 2.33
1 - 1.26 - 1.59 1 - 1.40 - 1.90
1 - 1.28 - 1.54 1 - 1.50 - 2.59
dimana lajur 1 adalah tinggi, lajur kedua lebar dan ketiga kedalaman.
Untuk memudahkan gambarannya penulis mencoba menghitung dengan tinggi plafon sebagai dasar yaitu 3,00m sampai 3,30m sehingga muncullah angka2 seperti dibawah (dlm m) :
|
tinggi |
lebar |
kdlm |
tinggi |
lebar |
kdlm |
tinggi |
lebar |
kdlm |
tinggi |
lebar |
kdlm |
||||
|
1 |
3.00 |
3.42 |
4.17 |
3.10 |
3.53 |
4.31 |
3.20 |
3.65 |
4.45 |
3.30 |
3.76 |
4.59 |
|||
|
2 |
3.00 |
3.78 |
4.77 |
3.10 |
3.91 |
4.93 |
3.20 |
4.03 |
5.09 |
3.30 |
4.16 |
5.25 |
|||
|
3 |
3.00 |
3.84 |
4.62 |
3.10 |
3.97 |
4.77 |
3.20 |
4.10 |
4.93 |
3.30 |
4.22 |
5.08 |
|||
|
4 |
3.00 |
3.90 |
5.70 |
3.10 |
4.03 |
5.89 |
3.20 |
4.16 |
6.08 |
3.30 |
4.29 |
6.27 |
|||
|
5 |
3.00 |
4.20 |
5.70 |
3.10 |
4.34 |
5.89 |
3.20 |
4.48 |
6.08 |
3.30 |
4.62 |
6.27 |
|||
|
6 |
3.00 |
4.50 |
7.77 |
3.10 |
4.65 |
8.03 |
3.20 |
4.80 |
8.29 |
3.30 |
4.95 |
8.55 |
|||
|
7 |
3.00 |
4.80 |
6.99 |
3.10 |
4.96 |
7.22 |
3.20 |
5.12 |
7.46 |
3.30 |
5.28 |
7.69 |
Kalau sudah mendapatkan ukuran yang sesuai maka tempat duduk pendengar hendaknya tidak tepat ditengah ruangan tetapi agak maju atau agak mundur sedikit agar mendapatkan suara bass atau suara rendah lain yang maksimal.
2. Untuk Mendapatkan Frekuensi Menengah dan Tinggi. Frekuensi menengah dan tinggi yang bersih akan membuat suara lebih detail, jernih, bersih dan setiap instrument music akan terdengar jelas dimana tempatnya, sehingga seakan akan kita sedang berhadapan dengan pemain music dipanggung. Hal ini bisa terjadi karena suara yang diterima langsung dari loudspeaker tidak tercampur dengan yang dipantulkan oleh lantai, dinding belakang speaker, dinding samping dan plafon. Tetapi kalau tidak ada pantulan sama sekali juga tidak bagus (istilahnya “dead room”), hanya saja pantulan yang sampai ketelinga hendaknya sudah lemah karena jaraknya yang jauh, karena sebagian diabsorb (diserap) oleh karpet, gordijn atau karena dipantul oleh diffuser dan memencar. Untuk itu didepan speaker hendaknya dipasanglah karpet, dibelakang speaker sedikit absorber atau diffuser, disamping speaker agak kedepan dipasang diffuser atau absorber, demikian pula di plafond. Intinya, suara dari speaker yang dipantulkan oleh obyek terdekat diabsorb atau di pendarkan oleh diffuser.
Kesimpulan.
Loudspeaker perlu ditempatkan dengan benar agar hasil suaranya maksimal baik.
Adapun caranya adalah, pertama dimensi ruangan harus memenuhi ukuran “golden ratio”, kedua penempatan speaker diruangan harus tidak menempel didinding, dan ketiga, dinding ruangan ditempat-tempat tertentu dekat loudspeaker harus dapat menyerap suara atau memantulkan suara secara terukur dan terkendali.
Disadur secara bebas oleh Tjahjo Dimjati dari : The Master handbook of Acoustics, oleh F.Alton Everest.
Selain itu khusus untuk menangani frekuensi rendah agar tidak berlebihan, ada pula tulisan tentang rumus sederhana yang boleh saja diperhatikan, yaitu :
1. Menggunakan Golden Rectangle Rule. Jika memungkinkan, usahakan menempatkan speaker 90 cm dari dinding depan. Hal itu akan menghindari pantulan bass dari dinding depan dan menjinakkan dengung bass yang berlebihan. Jarak dari dinding samping juga perlu disesuaikan, usahakan sejauh 1,6 kali jarak dari dinding depan. Jadi kira-kira 1,6x90 cm atau 144 cm. Rumus itu juga bisa berlaku sebaliknya, yaitu jarak dari dinding depan 144 cm, jarak dari dinding samping 90 cm. Setelah itu, speaker perlu toe-in yaitu muka speaker dihadapkan agak mengarah ke telinga kita.
2. Menggunakan Rumus 1/3 – 1/5. Usahakan menempatkan speaker sehingga jarak dari dinding depan 1/3 atau 1/5 dari panjang ruang. Setelah itu, speaker perlu toe-in juga yaitu muka speaker dihadapkan agak mengarah ke telinga kita.
Kedua cara itu hanyalah untuk menghindarkan frekuensi rendah yang keluar dari speaker beresonansi dengan ruangan sehingga dapat menghindarkan terjadinya dengung atau suara bass yang berlebihan.
Selamat mencoba dan mendengarkan !